International Webinar FEB Unesa, Economic View “Economy Development with Digital Marketing during Covid-19”

Feb.unesa.ac.id. FEB Unesa kembali menggelar International
Webinar dengan mengambil judul Economic View
“Economy Development with Digital Marketing during Covid-19” pada Minggu, 03
Oktober 2021. Acara tersebut sebagai satu bentuk wujud nyata kesiapan FEB Unesa
dalah menyongsong pemasaran digital dalam perekonomian internasional.
Webinar dihadiri oleh
berbagai peserta dari berbagai kalangan dan instansi baik dalam maupun luar
negeri. Kegiatan diadakan secara daring dengan menggunakan piranti zoommeeting.
Acara diawali dengan menampilkan video profile Unesa dan FEB Unesa dilanjutkan
dengan sambutan dari beberapa tamu kehormatan.
Pada sambutannya, Dr. Anang Kistyanto M.Si.,
Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNESA menyatakan bahwa perkembangan
perekonomian masa pandemi Covid-19 ternyata tidak membuat presentase pasar di
dunia menurun. Ada sebagian yang cepat beradaptasi dengan keadaan dan mulai
bersaing secara nyata dalam dunia digital.
Sedangkan menurut Jerry Sambuaga selaku Wakil
Menteri Perdagangan, dalam presentasi yang berjudul ”Creative Millenials: Empowering The Indonesia’s Digital Economy”
ia berpendapat bahwa pada 2020 kelompok masyarakat di usia produktif turut
mengembangkan daya beli dan tingkat konsumsi. Oleh karena itu, tren pembelian
lokal harus dioptimalkan tetap tumbuh untuk menciptakan lebih banyak peluang
pasar bagi produk dan merek lokal sehingga mampu bersaing dengan produk-produk
ternama dari berbagai negara. Indonesia perlu membangun ekosistem digital
secara lebih komprehensif pada fasilitas transaksi dan interkoneksi antara
pengembangan hulu, logistik, dan teknologi. Inovasi diperlukan agar dapat
menjadi kunci yang mampu dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Seperti
memberdayakan petani dan meningkatkan produktivitasnya, memberikan akses
permodalan khususnya kepada UKM, menciptakan pendidikan yang inklusif, berkualitas,
dan dapat diakses untuk semua orang khususnya para pelajar, serta meningkatkan
koordinasi perawatan, manajemen kesehatan masyarakat dan pendidikan pasien.
Imbuhnya.
Jerry Sambuaga menambahkan berdasarkan data
statistic perdagangan Surplus USD 19,18 miliar pada Januari-Agustus 2021
meupakan yang tertinggi sejak tahun 2011, sedangkan pada periode 2016 hingga
2020 presentase ekspor hanya meningkat sebesar 2,31%. Artinya data tersebut
menggambarkan di masa pandemic kondisi kinerja perdagangan Indonesia mengalami
peningkatan yang drastic dari tahun sebelumnya dan membawa dampak positif
terhadap negara.
Share It On: