TAGS: akuntansibinadesaFEhimajasurabayaunesa

Sejauh mata memandang, terlihat barisan pepohonan yang rindang. Rasa lel   ah yang menyelimuti perjalanan dari Surabaya ke Mojokerto,  kini terbayar sudah oleh keindahan alam. Hembusan angin dan suara kicauan burung seolah menyambut kedatangan kami. Dalam kegiatan pengabdian, kami 40 mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Surabaya dengan displin ilmu dan berbagai perbedaan karakter bersatu dan siap untuk berkontribusi untuk negeri.

Kami memilih Dusun Kulubanyu, Desa Tawangrejo, Kec. Jatirejo, Kab. Mojokerto untuk melaksakan program kerja HIMA-JA 2018 yang bernama AKUBISA (Akuntansi Bina Desa). Tema yang kami usung untuk kegiatan ini adalah “Peran Mahasiswa Sebagai Agent Of Social Change Dalam Meningkatkan Potensi Desa”. Desa Tawangrejo ini memiliki potensi yang cukup kompetitif dengan desa lainya. Hasil ladang seperti: Pisang, Kopi, Coklat, Jagung, dan beberapa jenis Umbi-umbian yang melimpah membuat kami bertekad untuk membangun desa ini. Kami ingin meningkatkan potensi desa ini terutama dalam bidang perekonomian dengan program utama pengolahan keripik pisang dan edukasi tentang kewirausahaan.

Selama 7 hari di Desa Tawangrejo, banyak cerita yang tidak bisa kami ceritakan semua. Kegiatan kami tidak hanya mengenai penyuluhan tentang potensi dari sumber daya yang ada di dusun kulubanyu, pengolahan keripik pisang, pemasaran keripik pisang dan edukasi tentang kewirausahaan saja, tetapi kami juga memperbaiki fasilitas SDN Tawangrejo dan membantu para guru SDN Tawangrejo untuk mengajar anak didiknya. Selain membantu dalam pendidikan, kami juga membantu dalam hal religi seperti mengajar menga[ji di TPQ. Kami juga melakukan kegiatan social lainya diantaranya edukasi kesehatan, lomba rakyat dan malam pentas seni.

Selama 7 hari di Desa Tawangrejo, kami tinggal di rumah warga. Sambutan yang sangat antusias kami terima dari warga. Kami diperlakukan seperti anak yang baru pulang dari perantauan. Kegiatan kami tidak hanya seputar pembangunan desa dan pendidikan saja. Akan tetapi, kami mengikuti berbagai kegiatan sehari-hari warga seperti: pergi ke ladang, membantu menjemur jagung, kopi, dan coklat, mencari kayu bakar, dan sebagainya. Kegiatan ini kami sebut dengan kegiatan JAM (Jika Aku Menjadi). Kegiatan JAM ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada warga, sebagaimana yang telah tertulis dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Apakah kami terdengar hebat bisa mengabdi selama 7 hari? Tidak, Bahkan apa yang kami bagi kepada warga Dusun Kulubanyu tak sebanding dengan sebuah pelajaran yang kami dapatkan seperti. Semoga kedepannya kami bisa bertemu lagi dengan warga dusun kulubanyu dilain kesempatan, serta memori-memori indah yang tercipta dapat senantiasa dikenang. (ps.)