PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA TANAH AIR

Kegiatan Pengenalan Budaya di Gunung Purba Pertukaran Mahasiswa Tanah Air di Universitas Negeri Jogja

Sebanyak lima mahasiswa prodi Pendidikan Akuntansi UNESA mengikuti program Kredit Transfer Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (KT-LPTK) yang dulunya bernama Pertukaran Mahasiswa Tanah Air (PERMATA). Program ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan sebelas perguruan tinggi eks-IKIP di Indonesia. Tujuan program ini adalah menjalani proses perkuliahan di perguruan tinggi lain sekaligus mempelajari budaya dan adat istiadat lingkungan perguruan tinggi tujuan serta teman-teman sesama peserta program dari seluruh Indonesia untuk mengembangkan rasa nasionalisme.

Narasumber kami kali ini adalah Aprilyana Eka Safitri dan Meica Fatikha Choirunnisak dari PAK 16A yang telah menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) selama satu semester dimulai dari Februari sampai Juli 2018.

Baik Aprilya maupun Meica menyatakan, secara keseluruhan proses perkuliahan antara UNESA dan UNY/UPI tidak jauh berbeda. Teman-teman dari perguruan tinggi tujuan bersikap terbuka sehingga tidak ada kesulitan khusus dalam beradaptasi maupun bersosialisasi. Kaprodi dari UNY dan UPI juga sangat membantu dalam proses penyesuaian mata kuliah.

Pengalaman penting yang didapatkan selain belajar akademik juga tentang mengenal budaya Jawa dan Sunda melalui ekskursi budaya dengan mengunjungi beberapa lokasi. Mahasiswa sesama peserta program KT-LPTK berasal dari seluruh Indonesia dengan bermacam etnis dan agama sehingga tujuan awal program untuk saling mengenal dapat terlaksana dengan baik. Para peserta program juga dapat menjalin hubungan pertemanan yang baik sehingga memperluas jaringan sosial.

Aprilya menganggap masyarakat Yogyakarta mempunyai kultur kesopanan yang sangat tinggi, apalagi saat berkomunikasi dengan masyarakat penggunaan bahasa Jawa Krama lebih sering diterapkan. Mahasiswa juga diikutsertakan dalam acara Global Culture Festival ke-10 UNY. Kendala penggunaan bahasa juga dialami Meica, dimana bahasa Sunda lebih sering digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Saat pelepasan mahasiswa KT-LPTK di UPI, para mahasiswa membuat acara dengan menampilkan seni tradisional daerah asal.

Aprilya dan Meica merasa bersyukur dapat mengikuti program KT-LPTK selama satu semester karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dengannya. Walaupun menemui beberapa kesulitan seperti dalam hal penyesuaian mata kuliah tetapi semua itu tidak sebanding dengan pengalaman berharga yang didapatkan.

Bagi mahasiswa lain, sangat dianjurkan mengikuti program seperti ini karena manfaat yang didapat sangat banyak belum lagi pengalaman-pengalaman luar biasa jika kita bisa saling berbagi dan mengenal budaya nusantara demi meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia. Apakah kalian tertarik mengikuti KT-LPTK tahun depan?

Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi Madya

Uji Kompetensi Teknisi Akuntansi Madya

Dalam upaya menjamin mutu pendidikan tinggi khususnya dibidang Akuntansi, maka Pendidikan Tinggi, telah menyelenggarakan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi bidang Akuntansi. Salah satu kebijakan utamanya adalah penyelenggaraan uji kompetensi secara nasional. Dalam hal tantangan global, uji kompetensi nasional merupakan bagian dari upaya standardisasi dan pengakuan profesionalitas bagi tenaga akuntan yang akan memberikan pelayanan pengelolaan keuangan di Indonesia. Uji kompetensi nasional diharap  mampu menyaring tenaga Akuntan Madya yang kompeten untuk memberikan pelayanan pengelolaan keuangan secara professional  kepada masyarakat khususnya Dunia usaha dan industri. Dari sisi pendidikan, uji kompetensi nasional diharapkan dapat mendorong perbaikan kurikulum dan proses pembelajaran di tiap institusi pendidikan. Bagi stakeholder uji kompetensi dijadikan informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Mahasiswa dikatakan lulus uji kompetensi jika sudah melaksanakan uji kompetensi keahlian meliputi uji kompetensi praktik dan uji kompetensi teori. Uji kompetensi teori digunakan untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman siswa, sedangkan uji kompetensi praktik berfungsi untuk mengukur kemampuan mahasiswa. Dalam uji kompetensi Teknisi Akuntansi Madya ini diikuti oleh 40 mahasiswa yang terbagi dalam 2 paket. Uji kompetensi Teknisi Akuntansi Madya dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 23 – 24 Juli 2018 bertempat di Laboratorium Komputer Pendidikan Ekonomi.

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI ADAKAN KULIAH TAMU PERKEMBANGAN DAN STANDAR PROFESI AKUNTANSI

Bapak Zaenal Arifin berfoto bersama mahasiswa Pendidikan Akuntansi setelah acara kuliah tamu berlangsung

Rabu, 9 Mei 2018 lalu Prodi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya mengadakan kuliah tamu yang bertemakan “Perkembangan Standar Profesi Akuntansi”. Kuliah tamu yang dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Akuntansi angkatan 2016 dan 2017 mengundang Bapak Dr. Zaenal Fanani, SE, MSA, Ak, CA sebagai pembicara.

Kuliah tamu yang diadakan di Auditorium gedung G3 FE UNESA ini membahas terkait komponen laporan keuangan, lima pilar standar akuntansi, perkembangan dan  standar profesi akuntansi, dan sejarah akuntansi. Materi ini dirasa penting untuk disampaikan karena standar dan profesi akuntansi selalu berkembang sebagai bagian dan tuntutan dunia perekonomian serta pengetahuan.

Sebagai calon pendidik mahasiswa Pendidikan Akuntansi perlu untuk mengikuti perkembabangan standar akuntansi sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang mumpuni. Ketua Prodi Pendidikan Akuntansi Ibu Dr. Susanti dalam sambutannya untuk membuka kuliah tamu ini juga menyampaikan harapannya agar dengan mengikuti kuliah tamu mahasiswa Pendidikan Akuntansi dapat memperoleh bekal dan tambahan ilmu baru sebagai calon pendidik nantinya.

Dalam acara ini mahasiswa juga turut aktif dalam melontarkan pertanyaan terkait materi yang disampaikan oleh narasumber. Dengan adanya kegiatan ini Bapak Zaenal Fanani juga berharap bahwa nantinya mahasiswa pendidikan akuntansi sebagai calon pendidikndapat turut serta dalam memotivasi peserta didik untuk dapat lebih giat untuk bisa mempelajari keilmuan akuntansi.

Dalam acara ini Bapak Zaenal Fanani juga memaparkan terkait gelar profesi yang terdapat dalam bidang Akuntansi. Mahasiswa juga dibekali dengan bagaimana serta tahapan dalam mendapatkan gelar profesi dalam bidang akuntansi. Menurut Bapak Zaenal Fanani gelar sejatinya adalah pembuktian atas sebuah proses panjang dalam berjuang menjadi pribadi yang profesional dan handal.

MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI MENYABET JUARA 2 LOMBA DEBAT NASIONAL

Jurusan pendidikan ekonomi UNESA tak hentinya menoreh prestasi. Pada lomba debat yang diadakan Ikatan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Seluruh Indonesia (IMAPESI) di Universitas Jember, tim dari Pendidikan Ekonomi UNESA yang beranggotakan Sayekti Winarsih (PAK 2016 A), Tri

Dari kiri ke kanan: Dwi Indah Artaverlina (PAP 2017A), Sayekti Winarsih (PAK 2016 A), dan Tri Winasih (PAK 2017 A) saat penerimaan hadiah

 Winasih (PAK 2017 A), dan Dwi Indah Artaverlina (PAP 2017A) berhasil mendapatkan Juara 2. Lomba ini sendiri mengangkat tema  Suistainable Development Goals sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian Indonesia. Suistainable Development Goals adalah sebuah program dari PBB untuk mencapai 17 tujuan global yang mencakup pembangunan di bidang sosial dan ekonomi meliputi isu-isu: kemiskinan, kelaparan, kesehatan, pendidikan, perubahan iklim, kesetaraan gender, air, sanitasi, energi, urbanisasi, lingkungan, dan keadilan sosial. Suistainable Development Goals (SDGs) lebih dikenal dengan 2030 Agenda.

Terbentuknya tim yang keren ini tidak lepas dari upaya dosen-dosen Pendidikan Ekonomi  yang melakukan seleksi untuk mencari mahasiswa terbaik yang layak mewakilkan UNESA di tingkat nasional. Setiap anggota tim memiliki motivasi yang berbeda untuk turut serta dalam kompetisi ini. Sayekti bercerita bahwa ia ingin meningkatkan kualitas dirinya sekaligus keinginan memiliki pengalaman yang lebih banyak. Indah mengaku menyukai kompetisis sehingga ia ingin mengasah kemampuan di ranah debat, sedangkan Tri Winasih berkata ingin mengenal tentang IMAPESI sekaligus mencari teman se-Jurusan dari seluruh Indonesia.

 

 Meskipun para perwakilan mengaku hanya melakukan persiapan dalam waktu yang cukup singkat, baik Sayekti, Tri winasih, dan Indah mampu memaksimalkan usaha mereka saat hari perlombaan. Proses selama lomba dirasa cukup melelahkan bagi tim dari UNESA tetapi semuanya terbayar dengan hasil yang mereka capai. Lagipula, perlombaan ini bertujuan untuk mempertemukan dan mendekatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi di seluruh Indonesia selain mengasah kemampuan debat dan pengetahuan mahasiswa tentang isu perekonomian terkini, jadi ada perasaan senang tersendiri saat bertmu dengan kawan-kawan se-Jurusan dengan warna-warni almamater yang berbeda serta latar belakang daerah yang berbeda pula.

Ketiga anggota tim memiliki pengalaman di ranah debat yang cukup kuat. Sayekti dan Indah sebelumnya juga turut berpartisipasi dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI), sedangkan Tri Winasih pernah mengikuti lomba debat bahasa Indonesia sewaktu berada di SMK. Dapat mencapai prestasi di tingkat Nasional tentunya memberikan kebanggaan tersendiri bagi ketiganya. Selain bercerita tentang pengalaman selama mengikuti lomba di Universitas Jember tersebut, Sayekti, Tri Winasih, dan Indah juga menyempatkan diri berbagi tips-tips kepada kawan-kawan pembaca agar tidak malas untuk terus berusaha mengukir prestasi. Mengutip dari wawancara yang kami lakukan sebelumnya, Sayekti berpesan untuk jangan pernah malu dan takut untuk meningkatkan kualitas diri dan mengambil risiko, seorang mahasiswa harus selalu berpikir secara visioner, mau mempelajari segala hal, serta tidak mudah putus asa. Tips yang disampaikan Tri Winasih adalah jangan pernah takut mencoba segala sesuatu yang baru, Indah menambahkan bahwa memiliki keprecayaan diri memang penting, tetapi lebih penting jika kita tidak lelah mengasah potensi diri karena siapapun bisa berprestasi.

Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Desy Nur Hazizah Mendulang Prestasi Dalam National University Debating Championship 2017

Foto Penyerahan Sertifikat Juara Debat NUDC

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Debat kompetitif yaitu debat dalam bentuk permainan yang biasa dilakukan di tingkat universitas. Dalam hal ini, debat dilakukan sebagai pertandingan dengan aturan yang jelas dan ketat antara dua pihak yang masing-masing mendukung dan menentang sebuah pernyataan. Debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan namun lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan berbahasa inggris masing-masing peserta. Pada umumnya debat bahasa inggris di Indonesia dilakukan dalam dua format yaitu Asian parliamentary dan British parliamentary. Dalam lomba berformat Asian parliamentary 1 tim terdiri dari 3 orang sedangkan dalam british parliamentary 1 tim terdiri dari 2 orang. Dalam setiap round kelompok pro dan kelompok kontra akan diberikan suatu proposal yang disebut motion. Tugas tiap kubu adalah membela pandangan mereka terhadap motion itu. Dalam pelaksanaan National University Debating Championship 2017, dari prodi Pendidikan Akuntansi atas nama Desy Nur Hazizah berhasil menjuarai kompetisi tersebut.

Ada banyak sekali manfaat dari mengikuti kegiatan English Debate diantaranya adalah: Mendorong para anggota EDS untuk lebih rajin dalam membaca berita dan menambah wawasan, misalnya dalam contoh motion “This house to invade Zimbabwe” diatas para pendebat yang bertanding hanya dapat berdebat kalo mereka mempunyai latar belakang pengetahuan tentang apa yang sedang terjadi di Zimbabwe. Selain itu para anggota juga dapat mendapat pengetahuan tentang cabang –cabang ilmu lain selain dari yang menjadi cabang utamanya. Hal ini disebabkan motion debat yang berasal dari berbagai bidang seperti hukum, politik, ekonomi, dll. Meningkatkan kepercayaan diri anggota, mengikuti kompetisi debat melibatkan perlunya ada keberanian untuk berbicara dihadapan penonton dan juri tidak jarang ada pendebat yang grogi sebelum memulai pidato mereka, namun seiring berjalannya waktu para pendebat belajar untuk dapat mengontrol perasaan grogi mereka dan belajar berbicara dengan meyakinkan. Debat mengajarkan kita untuk berpikir kritis dalam menganalisa suatu masalah. Mungkin kita belajar di sekolah misalnya tentang sistem hukum, namun jarang sekali prinsip prinsip tentang sistem hukum ini dibawa kedalam pola pikir kita dalam menganalisa masalah  sehari-hari. Hal inilah yang diajarkan dalam berdebat yaitu membawa prinsip prinsip yang kita ketahui kedalam debat. Debat yang menarik bukan debat yang membawa fakta-fakta dan siapa yang bisa membawa data lebih banyak menang. Tapi debat yang menarik adalah debat dimana dengan data yang sama(berupa pengetahuan umum) menganalisa suatu masalah dari sudut pandang yang berlainan. Melatih para pendebat untuk menyampaikan buah pikiran mereka secara rapid an terstruktur, skill ini sangat penting juga dalam dunia kerja nanti, sering kali kita melihat orang yang presentasinya acak-acakan, tidak terstruktur, dan tidak sistematis membuat presentasi mereka sulit untuk dimengerti. Di English debate tidak ada waktu personal antara peserta dan juri untuk mengklarisifikasi apa yang dimaksud peserta dalam pidatonya, peserta harus data memastikan bahwa ketika ia menyampaikan argument argumennya para juri dapat menangkapnya secara penuh (argument utama dan detail pelengkapnya). Tentu saja meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris karena di dalam debat bahasa yang digunakan bahasa inggris.

Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Juarai TIUPPS se-Jawa Timur

Foto Penyerahan Piala

Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa (UKIM) Unesa dominasi juara pada Temu Ilmiah se-Jawa Timur (TIUPPS) yang diselenggarakan oleh UKM-FP Penalaran Universitas Trunojoyo Madura. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kreativitas mahasiswa dan peneliti muda dalam mengembangkan potensi lokal daerah serta untuk mempererat silaturahim antar mahasiswa penalaran dan penelitian se-Jawa Timur. Kegiatan yang bertemakan “Bhakti Bangsa Mahasiswa Ilmiah di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan Kearifan Lokal Madura” ini berlangsung pada Minggu-Rabu (17-20/03/2016). Hari pertama diawali dengan upacara pembukaan yang bertempat di gedung Auditorium dengan beberapa sambutan diantaranya sambutan dari ketua pelaksana, ketua umum dan dibuka langsung oleh dekan Fakultas Pertanian. Selanjutnya diisi dengan seminar kewirausahaan dari Dinas Pariwisata. Sambil lalu menunggu acara seminar kewirausahaan dimulai, panitia menyuguhkan hiburan tarian adat Madura. Seminar Kewirausahaan Potensi Madura ini guna memperkenalkan potensi yang ada di madura dari kuliner, budaya dan pariwisata sebagai langkah awal para peneliti muda membuka wawasan tentang kenyataan yang ada di madura.

 

Kuliah Tamu ESQ Pendidikan Akuntansi

Mahasiswa sebagai anak bangsa, dituntut untuk selalu berkarya inovatif, produktif, serta berkreativitas dalam menyikapi setiap perubahan yang terjadi. Acapkali kemampuan soft skill mahasiswa rendah karena pada umumnya pendidikan yang diberikan di ruang kuliah lebih difokuskan kepada kemampuan analisis (hardskill), sedangkan pendidikan yang lebih bersifat kemampuan interaksi social (softskill) dan pendidikan kepribadian dilakukan pada waktu dan kesempatan tersendiri.

Sebagai salah satu unsur insan akademis, sumbangan fikiran mahasiswa akan selalu menjadi harapan masyarakat, untuk itulah maka pelatihan softskill yang merupakan perpaduan dari Managerial Skill, Adaptation Skill, Entrepreneur Skill, Spiritual Skill, Teamwork Skill, Research Skill dan Organizational Skill,  perlu dilaksanakan. Kegiatan tersebut berupa workshop kepemimpinan tingkat dasar, menengah dan lanjutan, ESQ dan pembinaan etika, Workshop Jurnalistik, pelatihan komunikasi. Berdasarkan pada teori EQ maka keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh tinggi-rendahnya IQ seseorang yang bersangkutan, tetapi ditentukan oleh bagaimana seseorang tersebut mengelola hubungan antarpersonal secara lebih bermakna.  EQ telah memberikan suatu rasa empatik, cinta, ketulusan, kejujuran, kehangatan, motivasi dan kemampuan merespon kegembiraan atau kesedihan secara tepat.  EQ juga memberikan kesadaran mengenai perasaan milik diri sendiri dan juga perasaan milik orang lain.

Berbeda dengan IQ yang relatif tak berubah pada diri manusia, EQ bisa mengalami perubahan.  EQ bisa meningkat dan menurun.  EQ bisa dipelajari untuk terus ditingkatkan dan disempurnakan.  Bahkan EQ menjadi landasan bagi penggunakan IQ secara lebih efektif. Kecerdasan emosi-spiritual (ESQ) merupakan sinergi dari EQ dan SQ yang pertama kali digagas oleh Ginanjar (2001) sebagai penggabungan antara  kepentingan dunia (EQ) dan kepentingan spiritual (SQ). Kecerdasan emosi-spiritual merupakan dasar mengenali dan memahami bagian terdalam dari suara hati kita sendiri dan juga perasaan serta suara hati orang lain, di mana suara hati adalah dasar kecerdasan emosi-spiritual dalam membangun ketangguhan pribadi sekaligus membangun ketangguhan sosial. Kecerdasan emosi-spiritual juga merupakan kemampuan untuk merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya kepekaan emosi sebagai informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi untuk mencapai sinergi, yakni saling menjalin kerjasama antara seseorang atau kelompok orang dengan orang lain atau kelompok lain dan saling menghargai berbagai perbedaan, yang bersumber dari suara hati manusia sebagai dasar mengenali dan memahami bagian terdalam dari suara hati kita sendiri, juga perasaan  serta suara hati orang lain.

 

Gandeng Bank Jatim, T-Cash sasar aplikasi retribusi pasar non tunai

widgets_on_pages id=”1″
JURNAL3 | SIDOARJO – Layanan uang elektronik dari Telkomsel T-Cash makin merambah kemana-mana, termasuk kini membidik pasar Gedangan di Sidoarjo.Pihak T-Cash menggandeng Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan PT Bank Jatim Tbk dalam pembayaran retribusi non tunai, yang diaplikasikan untuk para pedagang di pasar.

Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso, ditemui di acara launching T-Cash di Pasar Gedangan, Jumat (07/07/2017) mengatakan, pihaknya sangat mendukung sistem ini, apalagi ini baru kali pertama di Indonesia pihak T-Cash menggandeng pedagang pasar.

Dikatakan Soeroso, untuk retribusi, petugas penarik menerima restribusi secara non tunai yang langsung masuk ke rekening Pemkab Sidoarjo yang ada di Bank Jatim.

“Kita sangat support sistem ini, dimana Bank Jatim dipercaya menjadi partner untuk mengisi kas Pemkab Sidoarjo. Apalagi ini pakai cara non tunai, lewat teknologi T-Cash, jadi uang yang masuk jumlahnya pasti sesuai dan ini sangat bagus untuk mengantisipasi dan mencegah adanya kebocoran PAD,” tegas Soeroso.

Terpisah, General Manager Account Management Telkomsel Area Jawa Bali, Zulfikar, jika
layanan T-Cash ini sebagai layanan uang elektronik hadir dengan menawarkan kemudahan pembayaran untuk berbagai macam transaksi. Sebagai pilot project, transaksi pembayaran rutin T-Cash dimanfaatkan untuk pembayaran restribusi pasar secara non tunai oleh pedagang pasar Sidoarjo.

“Untuk bisa pakai T-Cash, pedagang pasar cukup beli nomor perdana Telkomsel dan paket data Telkomsel untuk download aplikasi T-Cash, lalu dapat stiker T-Cash. Kemudian dalam setiap transaksi restribusi pasar, pedagang tinggal menempelkan T-Cash pada ponsel milik petugas penarik restribusi di bawah koordinadi Dinas Perdagangan,” jelasnya.

Diakui Zulfikar, cara penetrasi T-Cash secara tidak langsung akan diikuti peningkatan jumlah pelanggan.

“Terus terang memang itu juga bidikan kami. Setelah dari Sidoarjo, model yang sama akan kami kembangkan untuk wilayah Jatim lainnya,” pungkas Zulfikar.@bayu

Usai diperiksa Bareskrim, Hary Tanoe klaim tak ancam jaksa

JURNAL3 | JAKARTA – Presdir PT MNC Hary Tanoesoedibyo mengklaim dirinya tidak pernah membuat ancaman dalam isi pesan singkat yang pernah ia kirimkan kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Yulianto.

“Itu SMS bukan ancaman. Hanya menegaskan saya masuk ke politik untuk tujuan yang lebih baik,” tegas bos MNC grup itu, usai diperiksa sebagai saksi di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Jakarta Pusat, Senin (12/06/2017).

Dia mengaku, pesan singkat yang dikirimnya pada 5 Januari 2016 tersebut berbunyi, “Kita buktikan siapa yang salah, siapa yang benar. Siapa yang profesional, siapa yang preman. Kekuasaan itu tidak ada yang langgeng. Saya masuk politik tujuannya untuk memberantas oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang abuse of power. Catat kata-kata saya, saya akan jadi pimpinan Indonesia. Di situlah Indonesia akan bersinar.”

SMS itu, kata dia menjelaskan tujuan Hary masuk ke kancah politik untuk memberantas oknum penegak hukum secara umum.

“Jadi saya menegaskan tujuan saya masuk politik. Yang dipermasalahkan jadi ancaman di sini, mau memberantas oknum-oknum. Ini sifatnya jamak, bukan tunggal, bukan orang tertentu,”

Pada 7 Januari 2016, Hary mengirim pesan melalui aplikasi Whatsapp kepada Yulianto yang isinya, “Saya masuk ke politik karena ingin Indonesia maju dalam arti yang sebenarnya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain semakin berkembang,”.

Hary mengklaim tidak ada nada ancaman dalam isi pesan singkat, yang pernah dikirimnya kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung Yulianto.

Sebelumnya pada 28 Januari 2016, Kepala Subdirektorat Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Agung, Yulianto telah melaporkan Hary ke Bareskrim Polri dengan tuduhan telah mengirim informasi elektronik atau dokumen elektronik, yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 UU Nomor 11/ 2008 tentang ITE.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Yulianto adalah jaksa yang kala itu menyidik kasus dugaan korupsi penerimaan kelebihan bayar pajak PT Mobile 8 Telecom (PT Smartfren) pada tahun anggaran 2007–2009.

Namun, dalam penyidikan itu, dia mendapatkan pesan singkat bernada ancaman dan intimidasi dari seseorang yang diduga Hary Tanoe terkait dengan penanganan kasus yang tengah ditanganinya itu.

Pesan bernada ancaman itu diterima oleh Yulianto tiga kali melalui SMS maupun aplikasi Whatsapp, yakni pada 5 Januari 2016, 7 Januari 2016, dan 9 Januari 2016.@khoirul

KPK: Ada orang lain, M Basuki tak nikmati suap sendirian

JURNAL3 | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bahwa tersangka kasus dugaan suap setoran triwulan DPRD Jatim, yakni Ketua Komisi B, M Basuki, tidak sendiri menikmati uang setoran dari beberapa kantor dinas di lingkungan Pemprov Jatim.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (12/06/2017) mengatakan, dari hasil pemeriksaan atas tersangka, diketahui kalau tersangka Basuki tidak menikmati sendiri uang setoran rutin sejumlah kantor dinas tersebut.

“Kami mensinyalir ada beberapa anggota DPRD Jatim lainnya yang turut menikmati uang setoran itu. Penyidik masih terus menggali keterangan dari tersangka dan lainnya,” ungkap Febri.

KPK sendiri menduga, pihak-pihak lain yang ikut menikmati setoran triwulan itu berasal dari dari kalangan anggota DPRD Jawa Timur lainnya.

Untuk diketahui, KPK telah mengamankan uang Rp150 juta dari tangan para tersangka. Uang itu diduga terkait dengan tugas pengawasan dan pemantauan Komisi B DPRD Jawa Timur terhadap revisi peraturan daerah dan penggunaan anggaran tahun 2017.

Namun, pada akhir Mei, Basuki diduga telah menerima uang sebesar Rp100 juta dari Kepala Dinas Perternakan Rohayati. Uang itu terkait dengan pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 3/2012 tentang pengendailan ternak sapi dan kerbau betina produktif.

Basuki diduga juga telah merima uang sebesar Rp50 juta dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Moch. Ardi Prasetiawan, Rp100 juta dari Kepala Dinas Perkebunan Moch. Samsul Arifien dan Rp100 juta dari Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Bambang Heryanto.@khoirul