Peran Muslimah di Era Revolusi Industri 4.0

Surabaya, fe.unesa.ac.id— Sabtu, (26/10) Islamic Community of Economic (ICE) Fakultas Ekonomi mengadakan Seminar Nasional Kemuslimahan dengan tema Pemberdayaan Potensi Muslimah di Era Revolusi Indistri 4.0. Seminar ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh ICE FE. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Fakultas Ekonomi gedung G6, Unesa Ketintang, Surabaya.

Ketua Pelaksana, Novi Susanti mengatakan bahwa musliman zaman sekarang sudah sudah mulai kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslimah. Hal ini karena berlawanan dengan era yang semakin modern. Bahkan di Indonesia saat ini marak mengenai gaya busana yang kekinian dan dinilai lebih modern dan modis. Novi juga mengatakan bahwa sesui dengan tema yang diangkat yakni “Pemberdayaan Potensi Muslimah di Era Revolusi Indistri 4.0”, jadi muslimah harus tetap mengikuti perkembangan zaman akan tetapi tetap mempertahankan keagamaan.

“Harapanya adalah untuk memaksimalkan peran muslimah dalam era 4.0. sebagai muslimah yang dituntut inovasi dan berkreasi, akan tetapi tetap mempertahankan keagamaan” tambah Novi.

Pembina ICE FE Unesa, Dr. Sri Abidah Suryaningsih, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa ini tantangan yang luar biasa, karena muslimah saat ini mau tidak mau harus ikut dengan era ini. Sebagaimana kita senantiasa mengedepankan etika dan luar biasa. Cerdas tidak hanya pada IQ, tapi juga cerdas emosional qustion dan spiritual. Karena ibu adalah madrasah pertama anak.

Nuri Fauziyah selaku Founder Pondok Jomblo Beriman serta sebagai pemateri pertama acara ini mengungkapkan bahwa era sekarang ialah era yang mudah dalam mengembangkan wirausaha, hal itu dikarenakan kemudahan dalam mencari informasi. Nuri juga mengingatkan bahwa dalam berwirausaha, harus tetap bertawakal kepada Allah. Kunci kesuksesan mutlak di tangan Allah.Usaha tidak untuk membuktikan kepada makhluk melainkan untuk semata-mata untuk Allah.

“Yakinlah bahwa pertolongan Allah itu dekat. Apapun usaha yang ingin lakukan pastikan yg utama untuk beribadah kepada Allah. apabila nnt doa dikabulkan pastikan harta untuk umat, untuk Allah,untuk umat.” Ujar Nuri.

Selanjutnya pemateri ke dua yakni Ummu Hamas, selaku Executive Producer Film Tausiyah Cinta. Ummu Hamas mengatakan bahwa Dengan adanya era 4.0 ini, apakah kita dikendalikan atau sebagai pengendali. Mengembalikan kita dari korban era 4.0 ialah dengan mendatangi majelis-majelis dan kembali ke Al-Qur’an. Ciptakan ibu-ibu yangg tangguh, istri-istri yang setiap hari tidak membuka sosial media. (IC/bersumber dari website unesa.ac.id :https://www.unesa.ac.id/peran-muslimah-di-era-revolusi-indistri-40)